PT Antam dan Newcrest Mining Limited Bentuk Joint Venture

PT Aneka Tambang Tbk dan Newcrest Mining Limited membuka peluang untuk membentuk usaha patungan atau joint venture (JV) dalam kegiatan eksplorasi emas. Usaha patungan ini sebagai pengganti cadangan emas Pongkor, Bogor, yang akan habis dalam waktu dua sampai tiga tahun ke depan.

Pembentukan JV itu juga sebagai tindak lanjut atas kerja sama eksplorasi antara kedua perusahaan.

Direktur Utama Antam, Arie Prabowo Ariotedjo mengatakan,” sejauh ini, kerja sama memang hanya dilakukan dengan Newcrest. Setelah ditemukan cadangan ekonomis baru, Antam dan Newcrest akan membentuk JV baru”ucap Arie.

Kerja sama strategis antara Antam dan Newcrest diteken pada 6 November 2016 silam dengan jangka waktu selama dua tahun. Dengan berjalannya kegiatan eksplorasi, kedua perusahaan siap memperpanjang kembali kerja sama tersebut.

“Pada umumnya kan yang kita lakukan kerja sama mencari cadangan baru. Kalau sampai sekarang dengan Newcrest, yang sebelumnya dengan mereka sudah juga kan di Halmahera,” tambah Arie.

Arie menjelaskan identifikasi cadangan emas bersama perusahaan asal Autralia tersebut dilakukan pada wilayah-wilayah baru. Seluruhnya merupakan area yang belum pernah dieksplorasi sebelumnya (greenfields).

“Kami sudah hubungi beberapa kepala daerah supaya area-area itu bisa masuk wilayah pertambangan. Kedua, bagaimana supaya bisa dilakukan lelang,”paparnya.

Adapun beberapa wilayah yang difokuskan oleh kedua perusahaan adalah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Arie mengakui, sudah menemukan prospek yang cukup baik di daerah-daerah tersebut.

Nantinya, pengembangan tambang baru itu akan menggantikan tambang emas Pongkor di Jawa Barat yang cadangannya sudah tipis. Sama halnya dengan Pongkor, tambang emas Gosowong di Halmahera, Maluku Utara, yang dioperasikan PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) juga tidak akan bertahan lama.

“Pengganti pongkor dan pengganti Halmahera yang cadangannya tidak lama lagi sekitar dua sampai tiga tahun lagi,”jelasnya.

Sekedar informasi, perusahaan pelat merah ini tercatat memiliki 25% saham NHM, sementara 75% sisanya dikendalikan oleh Newcrest.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *